Sabtu, 16 Februari 2013

Cara Membuat Bahan Bakar Minyak dari Sampah (Plastik)

Sampah di bumi ini sudah tidak dapat terhitung lagi jumlahnya. Dimana mana ada sampah. Di daratan maupun dilautan. Jumlah penyumbang sampah yang terbesar adalah plastik – plastik yang susah untuk di daur ulang. Sementara itu ketersediaan untuk minyak bumi mulai menipis. Disini sampah plastik bisa jadi alternatif untuk pembuatan bahan bakar minyak (BBM).
Berikut caranya :
Pertama melalui pembakaran hingga 600 derajat Celcius, lalu disuling (firolisis) dan penjernihan. Uap hidrokarbon hasil pembakaran inilah yang menjadi minyak yang bisa digunakan untuk bahan bakar.
Alat pembakaran dibuat dari tabung gas elpiji yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) ukuran 3 kilogram. Tabung elpiji dilubangi dan dipasang corong besi dengan cara dilas.Corong ini untuk memasukkan bahan plastik yang dibakar dalam tabung.


Setelah itu, tabung pembakaran dihubungkan dengan pipa penyulingan yang terhubung dengan tabung penadah uap atau hidrokarbon yang mencair jadi minyak. Segala jenis plastik bisa diolah dengan cara ini.

Plastik yang dimasukkan ke dalam tabung dipanaskan dengan gas elpiji sehingga terurai dan uapnya mengendap menjadi minyak. 

“Satu kilogram plastik bisa menghasilkan sekitar satu liter minyak.”

Agar efisien dan bernilai ekonomis, untuk pembakaran plastik selanjutnya menggunakan minyak plastik hasil penyulingan. Proses pembakaran dan penyulingan minyak dari limbah plastik ini ramah lingkungan.

Dalam pembakaran, sama sekali tidak ada asap yang keluar karena setelah disuling, uap ditampung dalam tabung yang tertutup sehingga asapnya tidak membahayakan.

Soal unsur kimia dalam BBM limbah plastik ini ,memang belum diteliti lebih lanjut. Sejauh ini, penelitiannya belum sampai pada unsur yang ada seperti timbal atau Pb (Plumbum) yang terkandung dalam BBM alternatif ini. “Kemungkinan ada karena ini dari minyak bumi juga,” katanya.

Dari percobaaan tambahan diperoleh hasil bahwa bila plastik yang digunakan sebagai bahan baku berasal dari bekas botol minuman mineral, maka hasil minyaknya lebih bagus yakni lebih jernih ketimbang minyak yang berasal dari tas kresek bekas.

Dari hasil ini bisa disimpulkan bahwa semakin jernih dan bersih bentuk limbahnya semakin bagus minyak yang dihasilkan.

Berikut penjelasan lebih detailnya dengan diagram :

Dari gambar di atas , sampah plastik masuk ke dalam tabung reaksi kemudian dipanaskan sampai plastik – plastik tersebut menguap. Uap Hasil dari proses tersebut kemudian mengalir ke kondensor-1 akan mengalami proses penyulingan menjadi minyak tanah dan solar. Sementara itu, uap yang tidak tersuling di kondensor-1 akan mengalir ke kondensor-2. Lalu uap di dalam kondensor-2 mengalami penyulingan dan menghasilkan premium.
Dari percobaan yang telah ada, 1 kg plastik dapat menghasilkan kurang lebih 1 liter BBM. 

Reaksi:

3 komentar:

  1. buat panjang tabung penyulingannya kira kira brp meter yah gan?

    BalasHapus
  2. bs diperjelas kondensor 1 itu bahannya apa aja utk bs mnyuling mnjadi minyak tanah/solar, bgitupun dgn kondensor 2? pls

    BalasHapus
  3. wah sangat membantu sekali gan, makasih tlah berbagi ilmu..

    BalasHapus

berkomentarlah sesuai etika yang saudara miliki